LOKASI IKLAN ANDA

trikblog.co.cc

Selasa, 10 Agustus 2010

ISI DALAM KA'BAH



Tak banyak orang yang mempunyai kesempatan untuk masuk ke dalam Ka'bah. Bangunan berbentuk bujur sangkar yang menjadi pusat arah bagi umat Muslim yang melakukan shalat itu sebenarnya memiliki ruang yang cukup luas...

Dengan tinggi saat ini sekitar 39 kaki 6 inci (kira-kira 11 meter) dan ukuran total adalah 627 kaki persegi maka ukuran dalam Ka'bah adalah 42,64x29,52 kaki atau sekitar 12,7x8,85 meter. Ruangan di dalam Ka'bah diperkirakan mampu menampung sebanyak 50 orang.


Namun, tahukah anda, apa saja isi di dalam bangunan yang disucikan umat Islam itu? Ketua Islamic Society of North America (ISNA) atau Masyarakat Islam Amerika Utara pernah diberi kesempatan untuk masuk ke dalam Ka'bah di tahun 1998. Ternyata tak banyak benda yang terdapat di dalamnya.




Di dalam Ka'bah ternyata terdapat 3 pilar dan meja untuk meletakkan parfum. Di langit-langitnya tergantung beberapa lampu lentera. Tak disebutkan lampu lentera itu terbuat dari bahan apa. Namun pada tahun 1940-an, lampu itu dikabarkan terbuat dari emas dan bertatahkan permata serta mutiara.



Di dalam Ka'bah tak ada lampu listrik. Sementara tembok dan lantainya terbuat dari marmer. Tak ada satu pun jendela di bagian dalamnya dan hanya terdapat satu pintu untuk keluar-masuk. Langit-langit Ka'bah juga ditutupi selimut kain seperti halnya dinding bagian luarnya.



Selengkapnya...

PEMBANTAIAN MANUSIA TERBESAR DI DUNIA

Sejarah manusia adalah campuran unik dari keberhasilan dan kegagalan, kemenangan dan kekalahan, cinta dan perang. Pembantaian adalah salah satu peristiwa seperti yang telah menyebabkan kematian banyak orang tak berdosa dan orang-orang yang memulai pembantaian dalam rangka untuk memuaskan kehausan mereka untuk membalas dendam dan untuk ego manusia. Sepanjang sejarah Anda akan menemukan berbagai peristiwa pembantaian besar dan kecil yang telah mengubah dunia, tapi ini 10 yang pasti pembantaian terbesar dalam sejarah umat manusia.

1. Pembantaian Nankin

Pembantaian Nanking juga dikenal sebagai Rape of Nanking di mana ratusan ribu warga sipil dibunuh dan diperkosa secara brutal di kota Nanking yang merupakan mantan ibukota Republik Cina. pembantaian itu berlangsung selama enam minggu di mana para prajurit Angkatan Darat Kekaisaran Jepang memasuki kota Nanking dan mulai membunuh orang-orang Cina. Pembantaian Nanking adalah dianggap sebagai pembantaian terburuk dalam sejarah manusia karena lebih dari 80 ribu orang dan perempuan dibunuh, disiksa dan diperkosa dalam periode enam minggu.


2. Babi Yar Massacre



Pembantaian Babi Yar terjadi pada tahun 1941 ketika lebih dari 33 ribu orang Yahudi tewas dalam sebuah operasi tunggal yang dipimpin oleh gubernur militer, Mayor Jenderal Friedrich Eberhardt, Panglima Angkatan Darat Kepolisian Grup Friedrich Selatan Jeckeln dan C Komandan Otto Rasch. Operasi itu dilakukan oleh pasukan gabungan seperti SS, SD dan SiPo. Babi Yar adalah sebuah jurang di luar Kiev yang adalah ibu kota Ukraina.



3. Hari Pembantaian St. Bartholomew


Juga populer dikenal sebagai Massacre de la Saint-Barthelemy peristiwa ini terjadi pada 1572 di Paris. Pembantaian itu dimulai dua hari setelah percobaan pembunuhan Laksamana Gaspard de Coligny, yang merupakan pemimpin militer dan politik Huguenot. Segera setelah itu sekelompok pembunuhan bersama dengan massa Katolik Roma mulai mulai membunuh orang di seluruh Paris dan pembantaian menyebar ke daerah perkotaan dan pedesaan lainnya juga. Diperkirakan bahwa sekitar 30 ribu orang tewas dalam pembantaian ini.


4. Pembantaian Tawanan NKVD


Pembantaian Tawanan NKVD juga dikenal sebagai pembantaian Narapidana di mana serangkaian eksekusi massal dilakukan terhadap para tahanan NKVD di Polandia dan negara-negara Baltik lainnya seperti Rumania dan Ukraina. Jumlah korban tewas diperkirakan dari pembantaian ini adalah sekitar 22.000 tahanan tewas dalam serangkaian pembunuhan yang terjadi di tempat yang berbeda. Namun, tidak semua tahanan NKVD tewas dan dieksekusi karena beberapa dari mereka berhasil melarikan diri dari penjara.



5. Pembantaian Katyn



Pembantaian Katyn juga dikenal sebagai Katyn Forest Massacre adalah suatu peristiwa di mana ribuan tawanan perang Polandia, perwira militer, intelektual, dan polisi dibantai oleh NKVD Soviet. Para korban dibawa ke Hutan Katyn di Rusia di mana Stalin memerintahkan pasukannya untuk mengeksekusi semua tahanan perang secara langsung. Jumlah korban tewas dari Pembantaian Katyn juga mencapai sekitar 21 ribu.



6. Pembantaian Tesalonika


Pembantaian di Tesalonika terjadi dalam sebuah tindakan balasan oleh Kaisar Romawi Theodosius pada tahun 390. Menurut sumber, pada bulan April 390, kusir yang ditangkap oleh komandan militer Romawi tetapi kemudian ia menjadi korban pemberontakan yang marah Kaisar Romawi dan dia memutuskan untuk membunuh semua orang-orang yang memberontak terhadap perintah. Padahal, Kaisar tidak berubah pikiran untuk menghentikan pembunuhan pesan untuk menghentikan pembantaian mencapai akhir dan lebih dari 7000 orang telah dibantai.



7. Pembantaian Tentara Elphinstone


Korban Pembantaian dari Tentara Elphinstone sangat banyak seperti perang dimana pasukan Afghanistan mengambil alih pasukan gabungan Inggris dan India dipimpin oleh Mayor Jendral William Elphinstone pada tahun 1842. Tiga tahun sebelum peristiwa ini, pasukan Inggris di Kabul ditangkap karena dendam pada pasukan Afghanistan. Namun, saat Inggris meninggalkan Kabul, pasukan Afghanistan yang dipimpin oleh Akbar Khan, putra Dost Muhammad Khan menyerang tentara Inggris. Akibatnya 4500 tentara Afghanistan tewas
dan dibunuh oleh tentara Inggris dan India.



8. Pembantaian Sabra and Shatila


Pada tahun 1982, Partai Kataeb yang dipimpin oleh Pasukan Kristen Libanon melakukan pembantaian di mana mereka membunuh dan membantai warga sipil Palestina dan Muslim Lebanon. Acara Pembantaian dipicu segera setelah pembunuhan terhadap pemimpin Falangis dan Presiden Bachir Gemayel. Lebih dari 3.500 orang tewas dalam pembantaian ini. Padahal, itu diperdebatkan karena Angkatan Pertahanan Israel membantu kekuatan ini memasuki kamp Sabra dan Shatila. Acara ini masuk ke sangat banyak berita dan menarik reaksi internasional yang lebih lanjut menyebabkan banyak kontroversi dan perdebatan.



9. Pembantaian Batak


Pembantaian Batak adalah tentang pembantaian Bulgaria di Batak oleh pasukan Ottoman pada tahun 1876. Sesuai dengan sumber dan referensi ada lebih dari 3000 orang tewas dalam pembantaian ini.



10. Pembantaian Granada

Pembantaian Granada adalah suatu peristiwa di mana segerombolan orang Muslim menyerbu ke Istana Kerajaan Granada dan membunuh penguasa Yahudi, Yusuf Ibn Naghrela yang adalah seorang wazir Raja Barber dari Granada. Massa menyerbu ke dalam istana dan menyalibkan Dia dan membunuh sekitar 1500 keluarga Yahudi yang tinggal di Granada.





Selengkapnya...

SALAKANAGARA KERAJAAN TERTUA DI INDONESIA

Sebetulnya, keterangan mengenai Kerajaan Salakanagara ini hampir tidak ada. Tidak ada atau belum ditemukan satu sumber sezaman tentang Salakanagara, baik berupa prasasti, candi, atau naskah, kecuali arca dan berita dari Cina. Satu-satunya keterangan tertulis mengenai kerajaan ini adalah Pustaka Rajya-rajya I Bhumi Nusantara yang ditulis pada abad ke-17 oleh Panitia Wangsakerta.

Sebelum membahas kerajaan ini, marilah kita mengupas perihal naskah Wangsakerta ini. Naskah yang dibuat secara lokakarya atau seminar (gotrasawala) ini masih diperdebatkan keabsahannya sebagai sumber sejarah. Para sarjana sejarah, filologi, dan arkeologi masih berdebat tentang data yang tercantum dalam naskah yang disusun oleh para ahli (mahakawi) “sejarah” dari berbagai pelosok Nusantara. Kitab ini terbagi dalam lima parwa (jilid), dan setiap parwa tersusun atas lima sarga (bab). Selain Pustaka Rajya-rajya I Bhumi Nusantara, terdapat naskah-naskah lainnya yang disusun panitia Wangsakerta, seperti Carita Parahyangan, Nagarakretabhumi, Pustaka Dwipantara, Pustaka Pararawtan I Bhumi Jawadwipa.

Secara garis besar, Pustaka Rajya-rajya I Bhumi Nusantara membagi Nusantara ke dalam tiga zaman, yakni purwayuga (zaman prasejarah atau nirleka), rajakawasayuga (zaman kejayaan raja-raja), dan dukhabharayuga (zaman kesengsaraan, yakni zaman pejajahan Belanda). Nah, dengan demikian tak ada salahnya bila kita mengetahui hal-ikhwal kerajaan ini, meski belum dapat dijadikan kepastian sejarah.

Menurut pustaka tersebut, Salakanagara merupakan kerajaan pertama di Nusantara yang berlokasi di Jawa Barat bagian barat, daerah Banten. (Jadi, bukan Kutai seperti yang kita percayai selama ini). Pendirinya adalah Dewawarman, bergelar Prabu Dharmalokapala Dewawarman Haji Raksagapura-sagara. Dewawarman berasal dari negeri India. Oleh Kerajaan Pallawa di India, ia ditugaskan untuk menjadi duta negara ke sebelah barat Pulau Jawa. Ia kemudian menjadi raja kecil di pesisir barat Jawa Barat. Nama Raksagapurasagara kiranya mengingatkan kita pada nama gunung di Pulau Panaitan, tempat di mana ditemukannya sejumlah arca Siwa dan Ganesa, bernama Gunung Raksa.

Setelah tiba di Ujungkulon, Dewawarman menikah dengan Pwahaci Larasati, anak dari kepala desa setempat yang bernama Aki Tirem atau Sang Aki Luhurmulya. Aki Tirem nyatanya berasal dari Swarnabhumi (Sumatera), sementara leluhurnya berasal dari India.

Dewawarman bersama anak buahnya, baik yang berasal dari India maupun penduduk pribumi, harus senantiasa menjaga ketertiban dan keamanan wilayahnya. Bandar-bandar yang terletak di tepi laut atau di muara sungai itu sering dijambangi perompak. Diceritakan, pada suatu hari ada perahu perompak yang nekad berlabuh sehingga perahu mereka dikepung oleh pasukan Dewawarman. Berlangsunglah pertempuran yang alot. Sebanyak 37 orang perampok mati terbunuh, sedangkan yang tertawan atau luka-luka sebanyak 22 orang. Perompak yang tertawan lalu dihukum gantung. Sementara itu, Aki Tirem memeroleh perahu lengkap dengan senjata dan perlengkapannya. Sebagai perwujudan terima kasih, Aki Tirem mengadakan utsarwakarma atau upacara jamuan lengkap dengan pertunjukan kesenian. Singkat cerita, para anak buah Dewawarman menikah dengan pribumi setempat dan beranak-pinak di sana.

Tatkala Aki Tirem sakit parah, ia menyerahkan daerah kekuasaannya kepada Dewawarman, menantunya. Setelah Aki Tirem wafat, Dewawarman segera mengumumkan berdirinya kerajaan Hindu di Ujungkulon bernama Salakanagara. Pwahaci Larasati pun menjadi permaisuri dengan gelar Dewi Dhwanirahayu.
Disebutkan dalam pustaka tersebut, Dewawarman (disebut juga Dewawarman I) memerintah tahun 130-168 Masehi. Keterangan ini tak bertentangan dengan kronik (berita) Cina yang menyebutkan bahwa pada tahun 132 M di wilayah Jawa bagian barat ada raja bernama Pien dari Kerajaan Ye-tiao. Pien merupakan nama Cina untuk Dewawarman, sedangkan Ye-tiao lafal Cina untuk Jawadwipa. Keterangan tertulis lain tentang keberadaan Salakanagara (yang berarti “Kota Perak” atau disebut juga Rajatapura) adalah catatan ahli geografi Yunani Kuno bertahun 150 M, Ptolemeus. Ia menulisnya dengan nama Argyre.

Wilayah Salakanagara meliputi daerah Jawa Barat bagian barat, termasuk semua pulau yang terletak di sebelah barat Pulau Jawa, dan laut yang membentang antara Jawa dan Sumatra. Karena letaknya strategis, Salakanagara merupakan tempat perahu dagang berlalu-lalang dari arah barat ke timur dan sebaliknya. Maka dari itu, perahu-perahu tersebut mau tak mau harus singgah di sana dan menghadiahkan persembahan/upeti kepada raja (semacam pajak). Sebagai imbalannya, perahu tersebut mendapat perlindungan dari raja. Sebaliknya, para perompak dan pengacau keamanan akan ditindak keras: perahu mereka dirampas, perompaknya dihukum gantung!

Dari pernikahannya dengan Pwahaci Larasati, Dewawarman memiliki beberapa anak. Satu di antaranya anaknya kemudian menggantikannya menjadi raja, yakni yang bergelar Prabu Digwijayakasa Dewawarman (Dewawarman II) yang memerintah tahun 168-195 M. Dewawarman pun memiliki istri lain seorang putri Pallawa yang meninggal di negerinya; keturunannya pun tetap tinggal di India.

Bila diurut, raja-raja yang memerintah di Salakanegara adalah sebagai berikut.
  1. Sang Prabu Dharmalokapala Dewawarman Haji Raksagapurasagara (Dewawarman I), memerintah tahun 130-168 M.
  2. Sang Prabu Digwijayakasa Dewawarman (Dewawarman II), memerintah tahun 168-195 M.
  3. Sang Prabu Singhasagara Bhimasatyawirya (Dewawarman III), memerintah tahun 195-238 M.
  4. Sang Prabu Dharmasatyanagara (Dewawarman IV), menantu Dewawarman III, memerintah tahun 238-252 M.
  5. Sang Prabu Amatya Sarwajala Dharmasatya Jayawarunadewa (Dewawarman V), menantu Dewawarman IV, memerintah tahun 252-289 M.
  6. Sang Prabu Ghanayanadewa Linggabhumi (Dewawarman VI), anak Dewawarman V, memerintah 289-308 M.
  7. Sang Prabu Bhimadigwijaya Satyaganapati (Dewawarman VII), anak Dewawarman VI, memerintah 308-340 M.
  8. Sang Prabu Dharmawirya Salakabhuwana (Dewawarman VIII), menantu Dewawarman VII, memerintah 340-363 M.

Prabu Ghanayanadewa Linggabhumi (Dewawarman VI) memerintah selama 17 tahun (298-308). Raja ini menikah dengan putri asal India, yang memberikannya enam orang anak: tiga laki-laki, tiga perempuan. Anak sulungnya, Bhimadigwijaya Satyaganapati kemudian menggantikan Ghanayanadewa. Anak kedua, seorang wanita bernama Salakakancana Warmandewi, menikah dengan seorang perwira di negeri Gauda, India. Anak ketiga, juga wanita, Kartikachandra Warmandewi menikah dengan pembesar Yawana, India. Adiknya, Ghopalajayeng Rana menikah dengan putri keluarga Salankayana, India. Anak kelima, Sri Gandhari Lengkaradewi bersuamikan panglima angkatan laut Pallawa, India. Anak bungsu, laki-laki, bernama Skandamukha Dewawarman Jayasatru.

Bhimadigwijaya (Dewawarman VII) adalah raja yang memindahkan ibukota Salakanagara ke daerah Jayasinghapura yang ketika itu telah berkembang menjadi kota besar. Nama Jasinga di Banten rupanya berasal dari nama kota ini. Bhimadigwijaya Satyaganapati memiliki anak perempuan bernama Spatikarnawa, yang kemudian menggantikannya sebagai ratu setelah ayahnya meninggal. Ratu Spatikarnawa memerintah tahun 340-348. Suaminya, Prabu Dharmawirya Salakabhuwana lalu menggantikannya sebagai raja dan memerintah tahun 348-363. Ternyata Dharmawirya dan Spatikarnawa masih sepupu karena Dharmawirya anak dari Sri Gandhari Lengkaradewi.

Sebetulnya, sebelum Spatikarnawa memegang tampuk, ada orang lain yang mengisi takhta Kerajaan, yakni Krodamaruta, yang juga keponakan Bhimadigwijaya, anak Ghopalajayeng Rana yang tinggal di India. Karena merasa berhak atas takhta Salakanagara, Krodamaruta berangkat dari India membawa pasukan dalam jumlah cukup lengkap dengan senjata. Ia tiba di Salakanagara tahun 340, bertepatan dengan hari kematian Bhimadigwijaya. Tak jelas, apakah kematian Bhimadigwijaya disebabkan oleh serangan Krodamaruta atau ada penyebab lain.

Ketika berkuasa, Krodamaruta menerapkan kebijakan tangan besi dan banyak melakukan penaklukan. Suatu hari ketika pergi berburu Krodamaruta tertimpa musibah. Ia tertimpa sebongkah batu besar saat berada di tebing yang terjal. Ia pun tewan, dan kematiannya disambut hangat oleh rakyat yang memang tak senang terhadapnya. Ia hanya memerintah tiga bulan.

Sementara itu, Dharmawirya (Dewawarman VIII) datang ke Salakanagara dari India tahun 346, enam tahun setelah kematian Krodamaruta. Ia melarikan diri dari tanah kelahirannya setelah negerinya ditaklukkan Maharaja Samudragupta dari Dinasti Maurya. Ia, seperti halnya orang-orang Salankayana lainnya, banyak yang menyelamatkan diri ke manca negara. Dharmawirya pun pergi ke Salakanagara karena ia pun masih termasuk keluarga Salakanagara dari pihak ibu. Selain Spatikarnawa, Dharmawirya memperistri Dewi Ratri Candralocana. Dari perkawinan ini, Dharmawirya memiliki putra yang tinggal di Swarnabhumi yang kelak menurunkan raja-raja di Sumatra.

Dari Spatikarnawa, Dewawarman VIII memiliki beberapa anak. Di antara anaknya itu, seorang putri bernama Parameswari Iswari Tunggalprethiwi (Dewi Minawati) menjadi istri Maharesi Jayasinghawarman-guru Dharmapurusa (kemudian bergelar Rajadhirajaguru, raja pertama Tarumanagara). Seorang putra Dharmawirya bernama Aswawarman. Aswawarman kemudian menikah dengan putri raja Bakulapura, Kundungga (Kudungga). Nama Bakulapura merupakan nama asli dari Kutai. Pemberian nama Kutai untuk kerajaan Hindu di tepi Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, sebenarnya didasarkan pada nama tempat dimana ditemukan sejumlah yupa mengenai kerajaan tersebut. Bisa jadi, nama Bakulapura-lah nama sesungguhnya kerajaan tersebut. Bila naskah Pustaka Rajya-rajya benar, maka kiranya kerajaan tertua di Indonesia adalah Salakanagara, bukan Kutai (Bakulapura).





sumber 1

sumber 2


Selengkapnya...

Sabtu, 07 Agustus 2010

Ketika Bagong Mencari Keadilan

Sial betul nasib Bagong. Ditinggal merantau istri ke Malaysia sebagai TKI, ia memasak sendiri sehingga terkena ledakan tabung elpiji. Katanya diberi bantuan, tapi malah dapat celaka. Wajahnya gosong, penuh jahitan. Kepalanya ditutupi kain hitam sehingga bentuknya tak karuan. Melihat kondisinya sendiri, Bagong yang malang hanya bisa meratap, ”Kahanan kok koyo ngene. Bojo lungo, omah ra ono opo-opo, kejeblukan gas sisan (Nasib kok seperti ini. Istri pergi, di rumah tak ada apa-apa, terkena ledakan gas pula).” Meski kondisi Bagong menyedihkan, orang malah tertawa. Jumat (30/7) malam itu, puluhan orang yang berkerumun di halaman Dinas Pariwisata Provinsi DI Yogyakarta—tepat di tepi Jalan Malioboro—memang tengah menyaksikan parodi yang dikemas dalam pertunjukan Wayang Hip Hop. Judul lakonnya Tragedi Kompor Gas Elpiji.

Sambil sesenggukan meratapi nasib, Bagong menyetel radio; satu-satunya barang ”mewah” di rumahnya. Dari radio itu, mengalunlah lagu ”Semalam di Malaysia” yang membuai: membawanya ke alam mimpi, mengantarnya menemui sang istri yang tiba-tiba berbau wangi. Namun, Bagong harus terbangun dari mimpi. Di depannya ada Petruk dan Gareng. Kedua saudara tuanya itu datang menjenguk. Bukan merasa iba. Seperti halnya reaksi penonton, Gareng malah tertawa terbahak-bahak. ”Ndasmu kok mlethek (Kepalamu kok retak)?” ujar Gareng.

Gareng tahu adik bungsunya itu baru saja terkena musibah. Di antara anggota keluarganya, Bagong termasuk paling tidak beruntung karena miskin sehingga dinilai layak dapat bantuan tabung elpiji kemasan 3 kilogram, yang bentuknya mirip buah melon itu. Namun, melihat penampilan adiknya, Gareng memilih tertawa ketimbang menangis. Juga Petruk. Bagong tidak terima dan protes. Bukan kepada kedua kakaknya, tapi pada keadaannya. Ia pun bangkit, menuntut keadilan. Petruk bisa memahami kemarahan sang adik dan mengajak Bagong menemui sang ayahanda: Romo Semar yang bijaksana. Semar pun memberikan wejangan agar ketiga putranya bersabar dan pasrah. ”Kita ini hanya orang kecil, tidak usah menuntut macam-macam. Karena kenyataannya kita sudah sering hidup susah,” tuturnya. Lewat medium Wayang Hip Hop yang gaul, tragedi ledakan elpiji yang mengguncang Indonesia akhir-akhir ini berubah jadi fenomena yang layak ditertawakan. Selama pementasan sekitar satu jam, dalang Ki Catur Kuncoro ”Benyek” (35) menampilkan dialog sarat humor, membuat penonton tertawa. Lupa sejenak akan bahaya yang mungkin menimpa mereka. ”Kelucuan” tragedi.

Bagi Catur, ledakan gas itu memang menimbulkan banyak kelucuan. ”Bayangkan, tragedi ledakan itu terjadi secara beruntun dan berurutan. Tapi, pemerintah malah bikin produk pengganti yang mensyaratkan masyarakat harus beli lagi. Ini kan lucu banget,” katanya. Sekadar informasi, deretan kasus ledakan gas itu pula yang mendorong 300-an ibu rumah tangga di Makassar berdemonstrasi di halaman Lembaga Pemasyarakatan Gunung Sari Makassar, Selasa (3/8). Aksi yang dipimpin Andi Asni ini menyuarakan sikap tegas: lebih baik masuk penjara daripada hidup di luar dengan teror tabung gas dan kenaikan harga BBM. Kelucuan-kelucuan semacam itu juga yang mendorong Catur mengangkat fenomena ini dalam pentas wayang. Kebetulan Catur yang lahir dari keluarga dalang memang gemar bereksperimen dengan wayang. Wayang itu dinamakan Wayang Hip Hop karena selama pementasan diiringi lagu hip hop. Wayang Hip Hop merupakan hasil kolaborasi Catur dengan Grup Hip Hop KM 7 yang digawangi Boedhi Pramono (33) dan Rendra (28). Kelompok Wayang Hip Hop mulai pentas perdana pada akhir Mei lalu.

Meski menggunakan musik hip hop yang gaul, pentas Wayang Hip Hop tetap sarat nuansa tradisi. Pada musik hip hop itu, misalnya, instrumen tradisional seperti sitar dan rebana tetap dipakai. Lirik lagu pun banyak menggunakan bahasa Jawa yang sarat falsafah Jawa. Saat naik pentas, Catur tetap menggunakan pakaian dalang berupa kain, beskap, dan belangkon. Ia melengkapi penampilannya dengan kacamata hitam. Sementara KM 7 tampil dengan kostum berbeda-beda, sesuai situasi saat pementasan. Jumat malam itu mereka tampil mengenakan kemeja batik kedodoran dipadu celana pendek dan kacamata hitam. Pentas kali ini hanya mengambil satu adegan goro-goro dari pertunjukan wayang purwo, yakni pada bagian punakawan. Dengan begitu, pementasan bisa menjadi lebih luwes karena tidak terikat pakem cerita. Tokoh punakawan dipilih karena kehadiran mereka bisa mewakili kehidupan rakyat bawah. Catur mengatakan, pentas Wayang Hip Hop tidak berpretensi memberikan solusi bagi persoalan sosial yang sedang diangkat. Pentas sekadar ingin mengajak penonton tertawa, menertawakan semua peristiwa yang ternyata hanyalah dagelan hidup. ”Orang kecil kan begitu, ada apa-apa disikapi dengan gojek (bercanda),” ucapnya.

Namun, dalam tawa itu, secara halus para panakawan mengingatkan manusia untuk selalu mendekatkan diri dengan pemberi hidup. Lewat lagu hip hop yang liriknya diambil dari karya Ronggowarsito, pentas itu mengingatkan: ... jamane jaman edan//yen ora edan ora keduman//bejo bejane wong kang lali//isih bejo wong eling Gusti... (zamannya zaman gila//kalau tidak ikut gila tak kebagian apa- apa//keberuntungan orang yang lupa//masih beruntung orang yang teringat pada Tuhan...)



sumber

Selengkapnya...

Minggu, 01 Agustus 2010

CARA PASANG PLAYER DMI DI BLOG KITA.

Kabar gembira bagi Bloger pecinta Musik online khususnya para pecinta setia Dengerin Musik Indonesia(DMI). Saat ini DMI dapat hadir di blog-blog kamu-kamu, Hanya dengan membuka blog kamu saja,kamu sudah dapat mendengarkan musik secara online langsung melalui radio online DMI. Berikut ini saya akan menyampaikan langkah-langkah bagaimana memasang playernya di blog kamu.

Langkah-langkahnya (menggunakan bahasa Indonesia)

1. Login ke blogger.com
2. klik dasbor
3. klik rancangan
4. klik tambah Gadjet
5. Cari gadjet yang tulisannya HTML/javascript
6. Masukan kode "text/html di bawah ini kedalam kotak gadjet HTML/javascript



7. Setelah itu anda simpan, letakkan di blog sesuka anda.
8. Selamat Mendengarkan siaran Radio Online Dengerin Musik Indonesia (DMI). Selengkapnya...

LOKASI IKLAN ANDA

trikblog.co.cc